Metode Pemasangan Kusen Pintu dan Jendela

Kusen Pintu dan Jendelakusen pintu +jendela

Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka yang disebut Kusen, kusen untuk tempat tinggal terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu memberikan penampilan yang hangat dan indah dari tampilan tekstur serat-serat kayu yang dimilikinya, mempunyai nilai penyekat panas yang baik dan pada umumnya tahan terhadap pengaruh cuaca. Rangka jenis ini dapat berupa produk pabrik  yang telah diselesaikan dengan pelapisan cat, pewarnaan atau masih berupa kayu asli tanpa pelapisan. Kusen dari bahan logam berbeda dari kayu,Kusen logam dapat terbuat dari alumunium, baja atau baja tak berkarat (stainless-steel), warna alami logam dapat ditutup dengan lapisan cat dan dirawat  engan baik untuk mencegah korosi.

Ukuranpenampang batang kayu untuk rangka pintu dan jendela adalah sebagai berikut :

  • Pada pintu biasa dengan satu daun: 5/10 5/12 5/14 5/15 cm ,6/10 6/12 6/14 6/15 cm 7/12 cm
  • Pada pintu rangkap dengan dua daun:8/10 8/12 8/14 8/15 cm

Bagian-Bagian Kusen

Kusen terdiri atas :

kusen 1

  1. Tiang
  2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
  3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
  4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
  5. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
  6. Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
  7. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.

1. Pemasangan Kusen Pintu

Gambar pemasangan kusen Pintu

Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;

  1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau
  2. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen.
  3. Pasang angker pada kusen secukupnya.
  4. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
  5. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-unting.
  6. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
  7. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
  8. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
  9. Bersihkan tempat sekelilingnya.

2. Pemasangan Kusen Jendela

Kusen Jendela

Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;

  1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
  2. Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as bouwplank.
  3. Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
  4. Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
  5. Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
  6. Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan unting-unting.
  7. Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
  8. Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang benar.
  9. Bersihkan tempat sekelilingnya.

3. Memasang Daun Pintu

3

Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel sehingga dapat
berputar pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun, daun pintu ada yang tidak berputar pada engsel, melainkan bergeser di depan kusennya. Pintu tersebur dinamakan dengan pintu geser. Kedudukan daun pintu pada saat ditutup melekat dengan sponing pada kusen pintu, kecuali pada bagian bawah, kedudukannya dibuat beberapa cm di atas lantai.

 

Cara Pemasangan

  1. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
  2. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
  3. Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
  4. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
  5. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
  6. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
  7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
  8. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
  9. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
  10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
  11. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan kusen.

4. Memasang Daun Jendela

daun_jendela
Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau gawang dan daun jendela. Kusen dipasang tetap atau mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel
sehingga dapat berputar pada engsel, berputar horizontal (ke kiri danke kanan) atau berputar  ertikal (ke atas dan ke bawah). Namun, ada jenis jendela yang tetap atau mati, biasa disebut jendela mati  engan tujuanuntuk penerangan. Kedudukan daun jendela pada saat ditutup melekat dengan sponing pada kusen jendela.

Cara Pemasangan

  1. Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
  2. Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
  3. Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
  4. Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
  5. Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang atas daun jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
  6. Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun jendela.
  7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen
  8. Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada kusen jendelanya.
  9. Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
  10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
  11. Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan kusen.

5. Pemasangan Kaca

Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan ekstra hati-hati dalam penanganannya, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal yang penting pada saat memasang kaca pada daun pintu/jendela. Konstruksi pemasangan kaca pada daun pintu/jendela dapat dilakukan dengan bermacam-macam metode, tergantung dari ukuran kayu, material rangka daun  intu/jendela, fungsi, dan ketebalan kaca. Apabila kaca dengan tebal kurang dari 4 mm, sebaiknya gunakan sistem rangka tempel, papan belakang yang sekaligus daun pintu/jendela berfungsi sebagai penahan kaca agar stabil dan tidak pecah, kemudian ditambahkan lis tempel di sekeliling kaca untuk menahan kaca tetap pada posisinya. Bila tebal kaca lebih dari 5 mm, dapat digunakan rangka kayu solid, bagian dalam rangka perlu dibuat satu lajur takikan untuk penempatan kaca. Kemudian kaca ditahan dengan lis kecil di sekeliling rangka kayu.

Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai berikut;

  1. Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
  2. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
  3. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk memegang kaca.
  4. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
  5. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
  6. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.

Sumber :  Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.(2008).Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana Jilid 2 untuk SMK /oleh A. G. Tamrin., Jakarta .Departemen Pendidikan Nasional

 

 

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN (CERUCUK BAMBU SEBAGAI ALTERNATIF PERBAIKAN KUALITAS TANAH)

Fondasi tiang digolongkan berdasarkan kualitas bahan material dan cara pelaksanaan. Menurut kualitas bahan material yang digunakan, tiang pancang dibedakan menjadi empat yaitu tiang pancang kayu, tiang pancang beton, tiang pancang baja dan tiang pancang composite (kayu – beton dan baja)

2 1

Persyaratan dari cerucuk bambu yang di pancang adalah : bahan Bambu yang dipergunakan harus cukup tua, berkualitas baik dan tidak cacat. Dan sebelum bambu di gunakan harus di awetkan terlebih dahulu adapun cara pengawetan Bambu adalah sbb:

TAHAP ANALISA:

Pengawetan Bambu Sebagai tulangan
Pengawetan bambu bertujuan untuk menaikkan umur pakai dan nilai ekonomis bambu. Apapun spesies bambunya. Suatu metode pengawetan dikatakan ekonomis apabila umur pakai bambu dapat mencapai waktu 10 – 15 tahun; untuk bambu dalam keadaan terbuka, dan 15 – 25 tahun untuk bamboo yang diberi perlindungan tertentu. Beberapa metode pengawetan bambu yang dapat diterapkan adalah:

  • Metode Butt Treatment
    Bagian bawah batang bambu yang baru dipotong diletakkan di dalam tangki yang berisi larutan pengawet Cabang dan daun pada batang tetap disisakan. Larutan pengawet tersebut akan mengalir ke dalam pembuluh batang karena proses transpirasi daun masih berlangsung. Karena prosesnya memakan waktu yang lama, metode ini hanya tepat diterapkan pada batang bambu yang pendek dan berkadar air tinggi.
  • Metode Tangki Terbuka
    Metode ini termasuk metode yang ekonomis, sederhana serta memberi efek perlindungan yang baik. Metode ini tidak memerlukan teknik instalasi yang rumit. Batang dengan ukuran tertentu, direndam selama beberapa hari dalam campuran yang terdiri dari air dan larutan bahan pengawet. Penggunaan bambu yang telah dibelah dapat mengurangi lama perendaman sebanyak satu setengah kali. Konsentrasi larutan pengawet yang digunakan untuk bambu yang baru dipotong harus lebih tinggi dibanding bambu yang telah dikeringkan dengan penganginan. Lama perendaman tergantung pada jenis bahan pengawet, spesis bambu dan kondisi batang. Penggarukan kulit bagian luar dapat mempercepat penetrasi larutan pengawet.
  • Metode kimia sederhana
    Bambu segar yang baru ditebang, didirikan terbalik. Pada ujung bambu bagiaan atas, dimasukkan tabung yang berisi minyak solar. Karena gaya gravitasi, minyak solar ini akan mendesak keluar cairan yang terkandung dalam batang bambu. Proses ini memakan waktu satu minggu.
    “Sumber :Pusat Informasi Teknologi Terapan (PITT) – ELSPPAT”

Persiapan Pengukuran
Persiapan pengukuran sangat perlu untuk dilakukan karena dibutuhkan untuk mengetahui posisi titik dari pemancangan. Alat yang digunakan yaitu :

  1. Theodolit : 1 buah
  2. Kayu / tongkat tanda
  3. Meteran

Persiapan Tenaga

Adapun tenaga yang diperlukan meliputi : ( Note: di hitung berdasarkan Mean Power dari analisa SNI )
o Pelaksana : 1 orang
o Pelaksana Pengukuran : 1 orang
o Asisten Pengukuran : 2 orang
o Pekerja Kasar : 5 orang

Persiapan Peralatan
Persiapan peralatan meliputi :
o Cek kesiapan alat-alat yang digunakan
o Cek kualitas bahan cerucuk bambu
o Diadakan kontrol sebelum pelaksanaan di mulai.

Tahap Pemasangan Cerucuk bambu

  1. Sebelum di gunakan bambu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipancang untuk memastikan bahwa bambu tersebut memenuhi ketentuan dari bahan dan toleransi yang diijinkan.
  2. Sebelum pemancangan, tindakan pencegahan kerusakan pada cerucuk bambu harus diambil. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan memasang cincin baja atau besi yang kuat.
  3. kepala tiang dipotong tegak lurus terhadap panjangnya sampai bagian kayu yang keras dan diberi bahan pengawet sebelum pur (pile cap) dipasang.
  4. kepala tiang (serucuk bamboo) harus tertanam dalam pur dengan ke dalaman yang cukup sehingga dapat memindahkan gaya.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Jalan

  • Pengaturan Pekerjaan di Lapangan
    • Alinyemen jalan yang ada beserta patok kilometer yang dipasang secara benar akan diambil sebagai acuan untuk pengaturan lapangan pekerjaan-pekerjaan proyek.
    • Mengadakan survey secara cermat dan memasang patok beton (Bench Marks) pada lokasi yang tetap sepanjang proyek untuk memungkinkan desain, survei perkerasan.
    • Memasang tonggak-tonggak konstruksi untuk membuat garis dan kelandaian bagi pembetulan ujung perkerasan, lebar bahu jalan, ketinggian perkerasan, drainase samping dan gorong-gorong, sesuai dengan gambar-gambar proyek dan menurut perintah Direksi Teknik.
  • Penyimpanan Bahan :Bahan-bahan harus disimpan dalam cara sedemikian rupa sehingga bahan -bahan  tersebut tidak rusak dan   kualitasnya dilindungi, dan sedemikian sehingga bahan  tersebut selalu siap digunakan.
  • Penumpukan Agregat
    • Agregat batu ditumpuk sehingga tidak ada segregasi serta unt uk menjamin gradasi yang memadai. Tinggi tumpukan maksimum adalah lima meter.
    • Masing-masing jenis berbagai agregat harus ditumpuk secara terpisah, atau dipisahkan dengan partisi kayu.
    • Penempatan tumpukan material dan peralatan, harus di tempat-tempat yang memadai dan tidak boleh menimbulkan kemacetan lalu-lintas dan membendung lintasan air.
  • Penyimpanan Bahan-bahan Aspal :Tempat penimbunan drum-drum aspal pada ketinggian yang layak dan  dibersihkan dari tumbuh-tumbuhan rendah dan sampah -sampah. Cara penumpukan untuk berbagai bahan-bahan aspal adalah sebagai berikut :
    • Drum-drum yang berisi oli pembersih harus ditumpuk di atas ujung dengan lubang pengisian arah ke atas dan dimiringkan (dengan menempatkan sebuah sisinya di atas sepotong kayu) untuk mencegah terkumpulnya air di atas tutup drum.
    • Drum-drum yang berisi minyak tanah, bensin, dan aspal cut back ditumpuk di atas sisinya dengan lubang pengisian di sebelah atas.
    • Drum-drum emulsi aspal dapat ditumpuk di atas ujung atau di atas sisinya tetapi bila disimpan untuk suatu jangka waktu yang panjang, drum-drum tersebut digulingkan secara teratur.
  • Penanganan dan Penyimpanan Semen : Perlu diberikan perhatian sewaktu pengangkutan semen ke tempat pekerjaan supaya semen tidak menjadi basah atau kantong semen menjadi rusak. Di lapangan semen tersebut harus disimpan dalam gudang yang kedap air, dengan  penumpukan yang rapi dan secara sistematis menurut jatuh temponya, sehingga  penggunaan (konsumsi) semen dapat diatur serta semen tidak berada terlalu lama dalam penyimpanan.
  • D R A I N A S E 
    • Rehabilitasi Drainase Tepi Jalan : Pekerjaan ini mencakup pembersihan tumbuh-tumbuhan dan pembuangan benda-benda dari saluran tepi jalan ataupun dari kanal-kanal yang ada, memotong kembali dan membentuk  ulang saluran tanah yang ada untuk perbaikan atau peningkatan kondisi asli, dan juga perbaikan saluran yang dilapisi dalam ha saluran pasangan batu atau beton.
    • Pelaksanaan Pekerjaan
      • Semua sampah, tumbuh-tumbuhan, endapan dan bahan -bahan yang harus disingkirkan, harus  dibuang  dari saluran tanah, termasuk dari Saluran yang  memotong bahu jalan dan menyambung kepada lubang tangkapan atau gorong –gorong.
      • Saluran-saluran dilapisi yang dalam kondisi jelek atau rusak harus diperbaiki.  Pasangan batu atau beton yang pecah-pecah, rusak atau lepas harus dipotong dan diganti dengan pasangan batu atau beton yang baru yang dilaksanakan sesuai dengan Gambar Rencana dan RKS.
      • Cara Pengukuran Pekerjaan :Semua pengukuran harus dilakukan di sepanjang sumbu saluran dan harus disediakan untuk seluruh pekerjaan yang dialakukan bagi rehabilitasi kedua sisi saluran.
  • REHABILITASI BAHU JALAN
  • Pekerjaan ini terdiri dan peningkatan kembali dan pembentukan kembali bahu jalan  yang ada, termasuk pembersihan tumbuh-tumbuhan, pemotongan, perapihan, pengurugan dengan bahan terpilih serta pemadatan untuk mengembalikan bahu jalan  mencapai garis, kemiringan dan dimensi yang benar yang ditunjukkan pada Gambar  Rencana atau seperti yang diperintahkan dalam RKS.
  • Penyiapan Lapangan.
    • Semua tumbuh-tumbuhan harus dibongkar dari bahu jalan yang ada, rumput, alang -alang, semak-semak dan tumbuhan lainnya harus dipotong ulang seperlunya sebelum pembentukan kembali.
  • Pembentukan Kembali
    • Bahu jalan yang harus dibentuk kembali oleh tenaga kasar, traktor atau motor grader.
    • Pekerjaan tersebut mencakup pembongkaran daerah-daerah yang tinggi, pengurugan daerah-daerah rendah dengan bahan lebihan, dan pembentukan kembali bahu jalan tersebut sampai memenuhi kelandaian, garis batas dan ketinggian
  • Pemadatan
    • Seluruh pembentukan kembali dan peningkatan bahu jalan harus diikuti pemadatan dengan mesin gilas roda ban atau peralatan pemadatan lain  yang cocok yang disetujui oleh Direksi Teknik. Pemadatan harus dilaksanakan sampai memenuhi persyaratan kepadatan normal untuk mempersiapkan tanah dasar.
  • Pelaksanaan
    • Penyiapan  lapangan untuk menempatkan bahan bahu Jalan, termasuk galian  bahan yang ada dan perapian ujung Jalan kendaraan yang ada, dilaksanakan seperti ditunjukkan pada Gambar Rencana.
    • Tanah Dasar atau formasi harus disiapkan dan diselesaikan sesuai dengan pekerjaan-pekerjaan yang ditentukan
    • Bahu ja!an pada kedua sisi jalan tidak boleh dibangun pada waktu yang bersamaan, harus dibangun satu sisi dulu, baru berikutnya pada sisi yang lain.
  • LAPIS PONDASI BAWAH DAN LAPIS PONDASI ATAS
  • Lapis Pondasi Bawah
    • Lapis Pondasi Bawah adalah lapisan konstruksi pembagi beban kedua yang berupa bahan berbutir diletakkan di atas lapisan tanah dasar yang dibentuk   dan dipadatkan, serta langsung di bawah Lapis Pondasi Atas perkerasan.
    • Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah terdiri dari menempatkan, memproses, mengangkut, menebarkan, mengairi dan memadatkan bahan Lapis Pondasi Bawah berbutir yang disetujui sesuai dengan gambar-gambar.
  • Pelaksanaan Pekerjaan
    • Bahan Lapis Pondasi Bawah harus ditempatkan dan ditimbun di tempat yang bebas dari lalu-lintas serta saluran -saluran dan lintasan air di sekitarnya.
    • Lapis Pondasi Bawah tersebut dicampur dilapangan ruas jalan yang ber –sangkutan dengan menggunakan tenaga kerja atau motor grader. Pengadukan yang merata diperlukan dan bahan tersebut harus dipasang dalam lapisan-lapisan melebihi 20 cm tebalnya atau ketebalan lain seperti diperintahkan oleh Direksi Teknik agar dapat mencapai tingkat pemadatan yang ditetapkan.
    • ketebalan Lapis Pondasi Bawah terpasang harus sesuai dengan Gambar Rencana dan seperti dinyatakan dalam Daftar Penawaran, atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi Teknik di lapangan untuk memenuhi kondisi lapis bawah dasar yang sebenarnya.
  • Penghamparan dan Pemadatan
    • Penghamparan akhir LPB sampai ketebalan dan kemiringan melintang Jalan yang diminta harus dilaksanakan dengan kelonggaran kira-kira 15%, penurunan ketebalan untuk pemadatan lapisan-lapisan Lapis Pondasi Bawah. Segera setelah penghamparan dan pembentukan akhir masing-masing lapisan harus didapatkan sampai lebar penuh Lapis Pondasi Bawah permukaan, dengan menggunakan mesin gilas roda baja atau mesin gilas roda ban Pneumatic atau peralatan pemadat lain yang disetujui oleh Direksi Teknik.
    • Penggilasan untuk pembentukan dan pemadatan bahan Lapis Pondasi Bawah akan bergerak secara gradual dari pinggir ke tengah, sejajar dengan garis sumbu jalan dan harus terus menerus sampai seluruh permukaan telah didatarkan secara merata. Pada bagian-bagian super elevasi, kemiringan melintang Jalan atau kelandaian yang terjal, penggilasan harus bergerak dari bagian yang lebih rendah ke bagian jalan yang lebih tinggi. Setiap ketidakteraturan atau bagian ambles yang mungkin terjadi, harus dibetulkan dengan menggaru atau meningkatkan dan menambahkan bahan Lapis Pondasi Bawah untuk membuat permukaan tersebut mencapai bentuk dan ketinggian yang benar
    • Bagian-bagian yang sempit di sekitar Kerb atau dinding yang tidak dipadatkan dengan mesin gilas, harus dipadatkan dengan pemadat atau mesin tumbuk yang disetujui.
    • Kandungan kelembaban untuk pemasangan harus dijaga dalam batas-batas 3% kurang dari kadar air optimum sampai 1% lebih dari kadar air o ptimum dengan penyemprotan air atau pengeringan seperlunya, dan bahan Lapis Pondasi Bawah dipadatkan untuk menghasilkan kepadatan yang ditetapkan, ke seluruh ketebalan penuh masing-masing lapisan, mencapai 100% kepadatan kering maksimum yang ditetapkan yang sesuai dengan AASHTO T99 (PB – 0111)
  • Lapis Pondasi Atas Agregat
  • Lapis Pondasi Atas Jalan merupakan lapisan struktur utama di atas Lapis Pondasi  Bawah (atau di atas lapis tanah dasar dimana tidak dipasang Lapis Pondasi Bawah). Pembangunan Lapis Pondasi Atas terdiri dari pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, penyiraman dengan air, dan pemadatan agregat batu atau kerikil alami pilihan dalam Lapis Pondasi Atas, di atas satu Lapis Pondasi Bawah atau di atas lapis tanah dasar yang telah disiapkan.
  • Penyiapan Lapis Pondasi Atas :Pencampuran dan Penghamparan Lapis Pondasi Atas :
  • Agregat Lapis Pondasi Atas (LPA) Kelas A
    • Agregat ditempatkan pada lokasi di atas Lapis Pondasi Bawah yang sudah disiapkan dalam volume yang cukup untuk menyediakan penghamparan dan pemadatan ketebalan yang diperlukan.
    • Agregat  dihampar dengan tangan oleh pekerja atau dengan motor grader sampai satu campuran yang merata, dengan batas kelembaban yang optimum.
    • Agregat harus dihampar dalam lapisan yang tidak melebihi ketebalan 20 cm, dalam satu cara sehingga kepadatan maksimum yang telah ditetapkan dapat dicapai.
  •  Macadam Ikat Basah – Kelas B
    • Sebelum lapisan Makadam dipasang permukaan yang akan dilapisi dengan Makadam diperiksa dan disetujui oleh Tim Supervisi.
    • Sebelum menghampar batu kasar / pokok, buatlah bangunan penunjang samping pinggir (lebar ± 30 cm), misalnya dengan material timbunan bahu jalan, agar pemadatan batu pokok yang digilas tidak dapat terdorong  kepinggir.
    • Dengan menggunakan suatu bahan yang ukuran maksimumnya adalah A cm,ketebalan dari pada lapisan harus dibatasi sampai A+4 cm sebelum pemadatan untuk memperoleh suatu lapisan kira-kira A+2 cm setelah pemdatan.
    • Penempatan batu pokok harus dikerjakan dengan hati-hati sekali untuk membentuk permukaan jalan sedekat mungkin mendekati kemiringan dan tebal yang disyaratkan. Oleh karena itu tebal lapisan, bentuk dan kehalusan permukaan harus sering sekali diperiksa selama penghamparan agregat -agregat. Jika diperlukan bahan harus ditambah atau dikurangi.
  • Penghamparan dan Pemadatan
    • Pada penghamparan akhir sampai ketebalan dan kemirngan melintang yang diperlukan, dilaksanakan dengan cara cadangan sekitar 10% pengurangan ketebalan untuk pemadatan bahan-bahan Lapis Pondasi Atas segera setelah penghamparan dan pembentukan akhir setiap lapisan LPA.
    • Saat penggilasan untuk pembentukan dan pemadatan  alat pengilas maju sedikit demi sedikit dari pinggir ke tengah dari perkerasan, sejajar dengan sumbu jalan dan dilaksanakan dalam operasi yang terus menerus untuk membuat pemadatan matang yang merata. Pada bagian super elevasi, miring melintang atau kemiringan yang terjal, penggilasan harus berjalan dari bagian Jalan yang lebih rendah menuju kebagian atas.
    •  Setiap ketidak aturan atau penurunan setempat yang mungkin terjadi, harus diperbaiki dengan membongkar permukaan yang sudah dipadatkan, menggaruk. Bahan  pengisi  tambahkan yaitu setiap timbul rongga diantara agregat-agregat. Penempatan bahan pengisi / halus dan penggilasan harus diteruskan sampai isian berikut tidak dapat dimasukkan lagi. Pada akhir pekerjaan, permukaan lapisan Makadam harus menyerupai batu mozaik yang padat dan bebas dari rongga-rongga.

PERATURAN-PERATURAN SNI

Cat Genteng beton

Tata cara ini merupakan revisi dari standar nasional Indonesia SNI No.03-2409-1991 tentang tata cara pengecatan genteng beton,untuk memberi petunjuk teknis kepada pengawas lapangan, dan pihak lain yang berkepentingan dalam mengerjakan pengecatan genteng beton. Download SNI 03-6896-2002 

Peraturan instalasi listrik

Peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian AVE N 2004 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik disingkat PUIL 1964, yang merupakan penerbitan pertama dan PUIL 1977 dan 1987 adalah penerbitan PUIL yang kedua dan ketiga yang merupakan hasil penyempurnaan atau revisi dari PUIL sebelumnya, maka PUIL 2000 ini merupakan terbitan ke 4. Jika dalam penerbitan PUIL 1964, 1977 dan 1987 nama buku ini adalah Peraturan Umum Instalasi Listrik, maka pada penerbitan tahun 2000, namanya menjadi Persyaratan Umum Instalasi Listrik dengan tetap mempertahankan singkatannya yang sama yaitu PUIL. Download Peraturan instalasi listrik

Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan
Standar ini memuat uraian detail prinsip-prinsip perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan, yang disusun sebagai revisi dari SNI 03-1733-1989 tentang Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan. Download  SNI 03-1733-2004

Standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung edisi revisi

Syarat-syarat perencanaan struktur gedung tahan gempa yang ditetapkan dalam
Standar ini tidak berlaku untuk bangunan sebagai berikut :
– Gedung dengan sistem struktur yang tidak umum atau yang masih memerlukan pembuktian tentang kelayakannya.
– Gedung dengan sistem isolasi landasan (base isolation) untuk meredam pengaruh gempa terhadap struktur atas.
– Bangunan Teknik Sipil seperti jembatan, bangunan air, dinding dan dermaga pelabuhan, anjungan lepas pantai dan bangunan non-gedung lainnya.
– Rumah tinggal satu tingkat dan gedung-gedung non-teknis lainnya. Download SNI 03-1726-2002 

Peraturan Menri Pekerjaan Umum Tentang PedomanPemelihataan dan  Perawatan gedung

Pedoman ini bertujuan untuk terwujudnya pemanfaatan bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan serta efisien, serasi dan selaras dengan lingkungannya, Lingkup pedoman ini meliputi pengelolaan pemeliharaan dan perawatan, tata cara dan metode, sistem dan program, perlengkapan, peralatan dan standar kinerja pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung, Download Peraturan Mentri Pekerjaan Umum

Terimakasih sudah berkunjung ke Blog ini.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN TANAH

Pekerjaan Tanah

  1. 1.   RUANG LINGKUP

Pedoman ini mencakup kegiatan penggalian, penanganan, pembuangan atau penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari sumber bahan yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan dalam Kontrak ini untuk pekerjaan galian.

Pedoman ini mencakup kegiatan pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk penimbunan kembali galian pipa atau struktur dan untuk timbunan umum yang diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan sesuai dengan garis, kelandaian, dan elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui untuk penyelesaian dari pekerjaan dalam Kontrak ini untuk pekerjaan timbunan.

  1. 2.   ACUAN NORMATIF

 –     SNI 03-1742-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah

 –     SNI 03-1743-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Berat Untuk Tanah

–     SNI 03-1966-1989 : Metode Pengujian Batas Plastis.

–     SNI 03-1965-1990 : Metode Pengujian Kadar Air Tanah.

–     SNI 03-1967-1990 : Metode Pengujian Batas Cair dengan Alat Casagrande.

–    SNI 03-1976-1990 : Metode Koreksi untuk Pengujian Pemadatan Tanah yang mengandung Butir Kasar.

–     SNI 03-2636-1992 : Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah Untuk Bangunan Sederhana.

–     SNI 03-2828-1992 : Metode Pengujian Kepadatan Lapangan dengan Alat Konus Pasir.

–     SNI 03-2832-1992 : Metode Pengujian untuk Mendapatkan Kepadatan Tanah Maksimum.

–     SNI 03-3422-1994 : Metode Pengujian Batas Susut Tanah.

–     SNI 03-3423-1994 : Metode Pengujian Analisis Ukuran Butir Tanah dengan Alat Hidrometer.

 –     SNI 03-3637-1994 : Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus dengan Cetakan

  1. 3.   KETENTUAN DAN PERSYARATAN

3.1    Umum

Lingkup dari pekerjaan tanah akan meliputi semua pekerjaan yang berkaitan sebagai berikut:

  • Pembersihan
  • Galian termasuk pembentukan dan saluran
  • Timbunan kembali, bedding dan pekerjaan pelapisan
  • Pembuangan, stok dan penggunaan kembali material dari galianPenimbunan
  • Pekerjaan lain yang mungkin diarahkan oleh Direksi

Penyedia Jasa akan menyimpan setiap material pekerjaan galian dari beberapa tempat dan akan membuang material galian seperti yang telah ditentukan dalam gambar atau seperti yang diarahkan oleh Direksi.

3.2  ketelitian dalam pekerjaan tanah

Ketelitian mengenai tinggi dan ukuran dapat diizinkan sebagai diterangkan dibawah ini, apabila luas rata-rata penampang basah saluran untuk panjang 500 m, seperti yang tertera pada gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi.

  • Dasar Saluran                                  : + 0.05 m atau – 0.10 m vertikal
  • Level Puncak Timbunan             : + 0.10 m atau – 0.10 m vertikal
  • Dasar Kemiringan                          : + 0.05 m horisontal
  • Puncak Kemiringan Timbunan : + 0.10 m horizontal

Garis sumbu dari saluran, tanggul dan jalan harus diletakkan dengan teliti dan tidak boleh dipengaruhi oleh toleransi tersebut diatas. Semua permukaan harus diselesaikan dengan rapi dan halus.

3.3  Pekerjaan Galian

Semua pekerjaan tanah dari beberapa bagian harus dilaksanakan menurut ukuran ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar, atau menurut ukuran dan ketinggian lain, yang mungkin akan diperintahkan oleh Direksi.

Ukuran yang berdasarkan atau berhubungan dengan ketinggian tanah, atau jarak terusan harus ditunjukkan kepada Direksi lebih dahulu, sebelum memulai pekerjaan tanah pada setiap tempat. Yang dimaksud dengan “ketinggian tanah” dalam spesifikasi  adalah  tinggi “permukaan tanah” sesudah pembersihan lapangan dan sebelum pekerjaan tanah dimulai.

Hal yang membedakan jenis galian tersebut di atas hanyalah material yang akan digali yang berimplikasi terhadap jenis peralatan dan produktifitas hasil galian. Pekerjaan galian dibedakan atas 4 (empat) kelompok pembayaran sebagai berikut :

3.3.1     Galian tanah biasa.

Galian tanah biasa adalah pekerjaan galian dengan material hasil galian berupa tanah pada umumnya, yang dengan mudah dapat dilakukan dengan Excavator. Seluruh galian dikerjakan sesuai dengan garis-garis dan bidang-bidang yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar kerja atau sesuai dengan yang diarahkan / ditunjukkan oleh Direksi. Galian tanah biasa dimaksudkan untuk daerah yang bahan hasil galiannya terdiri dari tanah, pasir dan kerikil. Bila ada galian yang perlu disempurnakan seharusnya diinformasikan ke Direksi untuk ditinjau. Tidak ada galian yang langsung / ditutupi dengan tanah / beton tanpa diperiksa terlebih dahulu oleh  Direksi. seluruh proses pekerjaan menjadi tanggung-jawab Penyedia Jasa.

Kemiringan yang rusak atau berubah, karena kesalahan pelaksanaan harus diperbaiki oleh dan atas biaya Penyedia Jasa. Apabila pada saat pelaksanaan penggalian terdapat batu-batu besar dengan diameter lebih besar dari 1.00 m yang tidak dapat disingkirkan dengan alat Excavator, maka pembayaran volume ini akan termasuk kedalam pembayaran item Galian Batu atas sepengetahuan Direksi pekerjaan.

Selama proses penggalian tanah agar secara langsung dipisahkan dan ditumpuk pada suatu tempat yang disetujui Direksi, material yang layak/bisa dipakai untuk timbunan dan material yang tidak layak. Material yang layak selanjutnya akan dipakai untuk timbunan tanah biasa dan timbunan kembali, sedangkan material yang tidak layak selanjutnya akan dibuang keluar daerah irigasi atau kesuatu tempat yang tidak akan mengganggu areal pertanian dan fungsi jaringan.

Penyedia Jasa harus menguasai medan kerja sehingga penumpukan material yang bisa dipakai untuk timbunan ditempatkan pada lokasi yang sedekatdekatnya dengan lokasi yang memerlukan timbunan dan bisa langsung ditebar pada bagian yang akan ditimbun.

Khusus untuk jaringan tersier yang dimensinya relatif kecil dan berada didaerah persawahan, agar diperhitungkan terhadap tingkat kesukaran peggalian atau alternatif lain berupa galian secara manual.

3.3.2    Galian Deposit Sungai

Galian deposit sungai adalah pekerjaan galian dengan material berupa deposit sungai yang terdiri dari pasir, kerikil dan kerakal/boulder, yang dapat dilakukan dengan excavator tetapi dengan tingkat produktifitasnya lebih rendah dibandingkan dengan galian tanah biasa, karena kondisi lapisan endapan relative lebih padat.

Yang dimaksud dengan galian deposit sungai adalah suatu kegiatan penggalian pada badan sungai atau daerah tertentu yang material galiannya merupakan endapan sungai yang terdiri tanah berbatu kerikil dan kerakal yang padat, sehingga alat excavator tidak dapat bekerja secara maksimal.

Harga satuan yang diperhitungkan untuk pekerjaan ini termasuk tenaga kerja dan alat/excavator, sedangkan untuk keperluan pengangkutan dan pembuangan ke lokasi diluar daerah kerja yang disetujui oleh direksi sejauh ± 1 km. Untuk jarak pembuangan yang lebih jauh maka akan diperhitungkan dalam pekerjaan pembuangan sisa galian. Kecuali untuk material bahan galian yang selanjutnya akan dipergunakan oleh Penyedia Jasa untuk pekerjaan lain, maka pekerjaan pembuangan tidak diperhitungkan.

3.3.3    Galian Batu Lapuk

Galian batu lapuk adalah pekerjaan galian dengan material galian berupa batu yang sudah lapuk. Pekerjaan ini hanya bisa dilakukan dengan kombinasi alat excavator dan pick hammer.

3.3.4    Galian Batu

Galian batu termasuk semua batu-batuan padat dan keras di tempat yang tidak dapat disingkirkan dengan mudah baik dengan mempergunakan pacul, excavator biasa maupun Pick Hammer, kecuali dengan Excavator yang diperlengkapi dengan Breaker atau dengan Peledakan. Apabila menggunakan peledakan, maka Penyedia Jasa harus sudah memperhitungkan segala peralatan dan material yang diperlukan berikut perizinan dan penanganan peledakannya.

3.3.5    Galian untuk pekerjaan pasangan beton

Dasar dan sisi miring dari galian untuk pondasi di atas atau terhadap dimana beton akan ditempatkan akan digali sesuai yang diperlukan seperti ketinggian, garis dan ukuran seperti ditunjukkan dalam gambar atau seperti diarahkan oleh Direksi. Tidak ada material akan dijinkan untuk ditambahkan dalam garis baku dari struktur beton.

Jika di beberapa titik dalam galian, material galian berdasarkan permintaan tertulis dari Direksi diantara batas yang diperlukan untuk menerima struktur penambahan galian akan segera diisi penuh dengan beton tipe K-100 atau diisi dengan tanah yang sesuai dan dipadatkan atas biaya Penyedia Jasa.

3.4  Pekerjaan Galian Tanah Yang Tidak Akan Ditimbun Kembali

Galian deposit sungai adalah pekerjaan galian dengan material berupa deposit sungai yang terdiri dari pasir, kerikil dan kerakal/boulder, yang dapat dilakukan dengan excavator tetapi dengan tingkat produktifitasnya lebih rendah dibandingkan dengan galian tanah biasa, karena kondisi lapisan endapan relative lebih padat.

Yang dimaksud dengan galian deposit sungai adalah suatu kegiatan penggalian pada badan sungai atau daerah tertentu yang material galiannya merupakan endapan sungai yang terdiri tanah berbatu kerikil dan kerakal yang padat, sehingga alat excavator tidak dapat bekerja secara maksimal.

Harga satuan yang diperhitungkan untuk pekerjaan ini termasuk tenaga kerja dan alat/excavator, sedangkan untuk keperluan pengangkutan dan pembuangan ke lokasi diluar daerah kerja yang disetujui oleh direksi sejauh ± 1 km. Untuk jarak pembuangan yang lebih jauh maka akan diperhitungkan dalam pekerjaan pembuangan sisa galian. Kecuali untuk material bahan galian yang selanjutnya akan dipergunakan oleh Penyedia Jasa untuk pekerjaan lain, maka pekerjaan pembuangan tidak diperhitungkan.

3.5  Galian Batu Lapuk

Galian batu lapuk adalah pekerjaan galian dengan material galian berupa batu yang sudah lapuk. Pekerjaan ini hanya bisa dilakukan dengan kombinasi alat excavator dan pick hammer.

3.6  Galian Batu.

Galian batu termasuk semua batu-batuan padat dan keras di tempat yang tidak dapat disingkirkan dengan mudah baik dengan mempergunakan pacul, excavator biasa maupun Pick Hammer, kecuali dengan Excavator yang diperlengkapi dengan Breaker atau dengan Peledakan. Apabila menggunakan peledakan, maka Penyedia Jasa harus sudah memperhitungkan segala peralatan dan material yang diperlukan berikut perizinan dan penanganan peledakannya.

3.7  Galian untuk pekerjaan pasangan beton.

Dasar dan sisi miring dari galian untuk pondasi di atas atau terhadap dimana beton akan ditempatkan akan digali sesuai yang diperlukan seperti ketinggian, garis dan ukuran seperti ditunjukkan dalam gambar atau seperti diarahkan oleh Direksi. Tidak ada material akan diijinkan untuk ditambahkan dalam garis baku dari struktur beton.

Jika di beberapa titik dalam galian, material galian berdasarkan permintaan tertulis dari Direksi diantara batas yang diperlukan untuk menerima struktur penambahan galian akan segera diisi penuh dengan beton tipe K-100 atau diisi dengan tanah yang sesuai dan dipadatkan atas biaya Penyedia Jasa

3.8  Pekerjaan Galian Tanah Yang Tidak Akan Ditimbun Kembali

Semua pekerjaan  galian  tanah yang  tidak akan ditimbun kembali akan dilaksanakan sesuai pasal ini, harus dilaksanakan hingga mencapai elevasi dengan tingkatan dan dimensi yang ditunjukan dalam gambar-gambar atau ditentukan oleh Direksi. Selama dalam pekerjaan ini mungkin akan dijumpai dan diperlukan untuk merubah kemiringan (slope) atau dimensi dari penggalian dari yang ditentukan. Setiap penambahan atau pengurangan dari volume pekerjaan galian tanah sebagai akibat dari perubahanperubahan tersebut akan diperhitungkan sesuai petunjuk dan persetujuan Direksi.

Semua tindakan pencegahan yang perlu dilakukan guna melindungi material yang ada dibawah galian dalam keadaan yang memungkinkan, kerusakan pada pekerjaan yang disebabkan oleh Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan, termasuk hancurnya material dibawah batas penggalian yang diperlukan, harus diperbaiki atas biaya Penyedia Jasa.

Galian yang melebihi dari ketentuan baik yang dilakukan sengaja maupun akibat kelalaian Penyedia Jasa tidak akan diperhitungkan dalam pembayaran. Penyedia Jasa harus mengisi kembali dengan material yang sesuai dan dilaksanakan atas biaya Penyedia Jasa.

3.9  Luasnya Penggalian

Muka tanah dengan harus mengambil lebar yang cukup sesuai gambar atau ditentukan lain oleh Direksi. Tidak ada galian yang langsung/ditutupi dengan tanah/ beton tanpa diperiksa terlebih dahulu oleh Direksi. Seluruh proses pekerjaan menjadi tanggung-jawab Penyedia Jasa. Kemiringan yang rusak atau berubah, karena kesalahan pelaksanaan harus diperbaiki oleh dan atas biaya Penyedia Jasa.

Selama proses penggalian tanah agar secara langsung dipisahkan dan ditumpuk pada suatu   empat yang disetujui Direksi, material yang layak/bisa dipakai untuk timbunan dan material  ang tidak layak. Material yang layak selanjutnya akan dipakai untuk timbunan tanah biasa dan timbunan kembali, sedangkan material yang tidak layak selanjutnya akan dibuang keluar atau kesuatu tempat yang tidak akan mengganggu areal pekerjaan dan dirapihkan.

Penyedia Jasa harus menguasai medan kerja sehingga penumpukan material yang bisa dipakai untuk timbunan ditempatkan pada lokasi yang sedekat-dekatnya dengan lokasi yang memerlukan timbunan dan bisa langsung ditebar pada bagian yang akan ditimbun.

Semua galian untuk pondasi bangunan / struktur akan dilaksanakan dalam kondisi kering (dimana dalam kondisi kering akan dibangun seperti dalam Sub-bag 1.6.1 Pekerjaan Pengeringan). Tidak ada tambahan biaya terhadap harga satuan tender dalam BoQ untuk galian yang disebabkan material menjadi basah. Galian akan dibuat sepenuhnya sesuai dengan ukuran yang diperlukan dan akan diselesaikan terhadap garis dan ketinggian yang ditentukan kecuali terdapat batu menonjol sendiri akan diijinkan untuk melebar dalam garis yang telah ditentukan tidak lebih dari 20 (dua puluh) sentimeter dimana permukaan tidak dilindungi dengan beton. Jika permukaan dilindungi dengan beton secara umum harus rata seperti ditentukan oleh Direksi.

Kecuali seperti secara rinci ditunjukkan dalam gambar atau sebaliknya yang diarahkan oleh Direksi, keperluan pengukuran untuk pembayaran galian terbuka terhadap kemiringan seperti disebutkan dibawah ini:

                                                   KEMIRINGAN GALIAN 

MATERIAL

KEMIRINGAN (V : H)

DISKRIPSI

Batu

Batu Lapuk

Tanah

Galian Deposit

Sungai

1: 0.5

1: 0.8

1: 1.0

1: 1.0

Untuk kemiringan permanen

Untuk kemiringan permanen

Untuk kemiringan permanen

Untuk kemiringan permanen

saluran terbuka / parit untuk mengalihkan air mengalir keluar dari galian terbuka. Biaya keseluruhan dari pekerjaan ini akan ditanggung oleh Penyedia Jasa kecuali dimana saluran tersebut adalah merupakan bagian dari pekerjaan permanen yang mana pembayaran untuk galian akan dihitung dari harga satuan tender dalam BOQ.

Penggalian tanah untuk bangunan termasuk pekerjaan galian dari semua tanah kerikil, dan batuan kasar. Penggalian untuk bangunan harus dilaksanakan dengan cara yang paling aman hingga mencapai elevasi yang disetujui Direksi. Kecuali ditunjukkan dengan jelas pada gambar atau telah ditetapkan oleh Direksi.

Apabila terdapat material alam pada lokasi galian pondasi yang mengganggu selama pelaksanaan penggalian, maka hal tersebut harus dipadatkan ditempat atau disingkirkan atau diganti dengan tanah timbunan yang sesuai atau beton K100 atas biaya Penyedia Jasa.

Pekerjaan galian tanah untuk bangunan akan diukur sebagai dasar pembayaran hingga mencapai elevasi yang diperlihatkan dalam gambar atau bila tidak diperlihatkan dalam gambar sampai mencapai garis elevasi sesuai dengan syaratsyarat yang ditentukan..

3.10 Pekerjaan Timbunan

Penyedia Jasa akan mengerjakan beberapa macam material timbunan dan penutupan kembali di lokasi yang ditunjukkan oleh gambar atau ditempat lain seperti arahan Direksi. Kualitas dari material harus mendapatkan ijin dari Direksi dan tidak termasuk bahan organik atau bahan lain yang tidak diijinkan.

Penyedia Jasa harus semaksimal mungkin menggunakan material hasil galian sebagai bahan untuk timbunan sejauh secara kualitas memenuhi syarat. Tidak diizinkan adanya semak, akar, rumput atau material tidak memenuhi syarat lain yang akan dipakai sebagai bahan timbunan. Kelayakan dari setiap bagian pondasi untuk penempatan material timbunan dan semua material yang digunakan dalam konstruksi timbunan adalah sesuai dengan spesifikasi teknik.

Penyedia Jasa harus melaksanakan test uji timbunan (trial embankment) untuk menentukan efektifitas dari beberapa metode pemadatan dari material yang tersedia untuk pekerjaan timbunan. Sasaran hasil dari uji test timbunan adalah untuk mengkonfirmasi efektifitas dari metode pemadatan yang berkaitan dengan jenis dan ukuran dari alat pemadat, jumlah lintasan untuk ketebalan lapisan yang disyaratkan, efek getaran terhadap kadar air dan aspek lain dari pemadatan. Pekerjaan ini termasuk penempatan/penghamparan dari material dari borrow area, galian dan stockpile dengan perbedaan kadar air dan dalam lajur terpisah untuk pemadatan dengan peralatan pemadat, kecepatan, frekuensi dan jumlah lintasan yang berbeda.

Hasil percobaan ini tidak membebaskan Penyedia Jasa dalam segala hal kewajibannya untuk mendapatkan batas pemadatan sebagai yang ditentukan dalam kontrak. Apabila ditemukan/dijumpai tanah yang berbeda pada waktu pelaksanaan dikemudian hari, maka percobaan-percobaan lebih lanjut harus dilaksanakan terlebih dahulu. Bila hasil percobaan pem datan tanah dilaksanakan untuk tanggul pada bangunan yang permanen, percobaan tersebut akan dianggap sebagai suatu bagian pekerjaan dalam penyelesaian pekerjaan tersebut, dan apabila pekerjaan tersebut gagal dan tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan Direksi, maka Penyedia Jasa harus membongkar kembali pekerjaan permanen yang didasarkan pada percobaan yang gagal tersebut atas biaya Penyedia Jasa tidak ada pembayaran terpisah atas percobaan tanah yang dilaksanakan di tempat lain. Penyedia Jasa akan memberikan informasi kepada Direksi paling tidak 30 (tigapuluh) hari sebelum pelaksanaan test uji timbunan (trial embankment).

Jenis test yang harus dilaksanakan untuk uji timbunan (trial embankment) adalah sebagai berikut:

  • Kepadatan Lapangan (field density)
  • Permeability lapangan (field permeability)
  • Berat Jenis (specific gravity)
  • Kadar Air (water content)
  • Konsistensi (consistency/Atterberg Limit)
  • Gradasi (gradation) Lapangan dan Laboratorium
  • Kepadatan Laboratorium (proctor compaction)

Tidak ada pembayaran terpisah yang akan dibuat untuk test uji timbunan (trial embankment). Semua biaya untuk pelaksanaan test uji timbunan sudah termasuk uji pemadatan, penghamparan, dan berikut pembongkaran material serta berkaitan dengan pengujian, pengambilan contoh uji (sample) adalah sudah termasuk dalam harga satuan yang dapat diterapkan untuk pekerjaan timbunan dalam BoQ.

Bagi teman-teman yang mau copas di blognya di mohon  lampirkan sumbernya..tenks..

 SUMBER:Badan Standardisasi Nasional (BSN)

Pelaksanaan Peroyek.

Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis).

Proyek adalah sekumpulan aktivitas yang saling berhubungan dan biasanya bersifat lintas fungsi dari berbagai profesi dan organisasi. Proyek adalah aktifitas sementara dari, pekerja, material serta sarana unuk membangun atau mewujudkan keinginan dalam periode waktu tertentu (terjadwal).

Manajemen Proyek Konstruksi

Adapun fungsi dari manajemen konstruksi yaitu :

  1. Sebagai Quality Control sehingga dapat menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan
  2. Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi di lapangan yang tidak pasti serta mengatasi kendala terjadinya keterbatasan waktu pelaksanaan
  3. Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai. Hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian, mingguan dan bulanan
  4. Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan dalam pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan
  5. Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sebuah sistem informasi yang baik yang dapat digunakan untuk menganalisis performa dilapangan

Manager proyek
Terdapat beberapa proses yang perlu dilakukan seorang manajer proyek dalam melakukan manajemen ruang lingkup proyek, yaitu :

  1. Perencanaan ruang lingkup proyek: Pada tahap ini, manajer proyek akan mendokumentasikan bagaimana ruang lingkup proyek akan didefinisikan, diverifikasi, dikontrol dan menentukan bagaimana WBS akan dibuat serta merencanakan bagaimana mengendalikan perubahan akan ruang lingkup proyek.
  2. Mendefinisikan ruang lingkup proyek: Pada tahap ini, ruang lingkup proyek akan didefinisikan secara terperinci sebagai landasan untuk pengambilan keputusan proyek dimasa depan.
  3. Membuat Work Breakdown Structure. WBS merupakan pembagian deliverables proyek berdasarkan kelompok kerja. WBS dibutuhkan karena pada umumnya dalam sebuah proyek biasanya melibatkan banyak orang dan deliverables, sehingga sangat penting untuk mengorganisasikan pekerjaan-pekerjaan tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih terperinci lagi. 
  4. Melakukan verifikasi ruang lingkup proyek. Tahap ini merupakan tahap dimana final project scope statement diserahkan kepada stakeholder untuk diverifikasi. 
  5. Melakukan kontrol terhadap ruang lingkup proyek.Dalam pelaksanaan proyek, tidak jarang ruang lingkup proyek mengalami perubahan. Untuk itu, perlu dilakukannya kontrol terhadap perubahan ruang lingkup proyek. Perubahan yang tidak terkendali, akan mengakibatkan meluasnya ruang lingkup proyek.

Kompetensi Yang Harus Dimiliki Seorang Manajer Proyek

Manajer proyek merupakan individu yang paling menentukan keberhasilan / kegalan proyek. Karena dalam hal ini manajer proyek adalah orang yang memegang peranan penting dalam mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kenberhasilan dalam pencapaian sasaran proyek. Untuk menjadi manajer proyek yang baik, terdapat 9 ilmu yang harus dikuasai. Adapun ke sembilan ilmu yang dimaksud antara lain :

  1. Manajemen Ruang Lingkup.
  2. Manajemen Waktu.
  3. Manajemen Biaya.
  4. Manajemen Kualitas.
  5. Manajemen Sumber Daya Manusia.
  6. Manajemen Pengadaan.
  7. Manajemen Komunikasi.
  8. Manajemen Resiko.
  9. Manajemen Integrasi.

Tipe Organisasi didalam Proyek
Organisasi proyek juga dibutuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang efisien, tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Secara umum, terdapat 4 jenis organisasi proyek yang biasa digunakan dalam menyelesaikan suatu proyek. Adapun jenis-jenis organisasi proyek yang dimaksud antara lain :

1.  Organisasi Proyek Fungsional

susunan organisasi proyek dibentuk dari fungsi-fungsi yang terdapat dalam suatu organisasi. Organisasi ini biasanya digunakan ketika suatu bagian fungsional memiliki kepentingan yang lebih dominan dalam penyelesaian suatu proyek.

Kelebihan :

  • Proyek dapat diselesaikan dengan struktur dasar fungsional organisasi induk,.
  • Fleksibilitas maksimum dalam penggunaan staf.
  • Adanya pembauran berbagai jenis keahlian bagi tiap-tiap fungsi serta peningkatan terhadap profesionalisme pada sebuah divisi fungsiona

Kekurangan:

  • proyek biasanya kurang fokus, terdapat kemungkinan terjadinya kesulitan integrasi antar tiap-tiap fungsi, biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama serta motivasi orang-orang yang terdapat dalam organisasi menjadi lemah.

2. Organisasi Proyek Tim Khusus

Susunan organisasi akan membentuk tim yang bersifat independen. Tim ini bisa direkrut dari dalam dan luar organisasi yang akan bekerja sebagai suatu unit yang terpisah dari organisasi induk.

Kelebihan :

  • Tim akan terbentuk dengan bagian-bagian yang lengkap dan memiliki susunan komando tunggal sehingga tim proyek memiliki wewenang penuh atas sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran proyek.
  • Ditanggapinya perubahan serta dapat diambil sebuah keputusan dengan tepat dan cepat karena keputusan tersebut dibuat oleh tim dan tidak menunda hierarki,
  • Menumbuhkan identitas dan komitmen anggotanya untuk menyelesaikan proyek dengan baik, jalur komunikasi dan arus kegiatan menjadi lebih singkat,
  • Mempermudah koordinasi maupun integrasi personel serta orientasi tim akan lebih kuat kepada kepentingan penyelesaian proyek.

        Kekurangan:

  • Biaya proyek menjadi besar karena kurang efisien dalam membagi dan memecahkan masalah dalam penggunaan sumber daya,
  • Terdapat kecendrungan terjadinya perpecahan antara tim proyek dengan organisasi induk serta proses transisi anggota tim proyek untuk kembali ke fungsi semula jika proyek telah selesai akan terasa sulit karena telah meninggalkan departemen fungsionalnya dalam waktu yang lama.

  3.  Organisasi Proyek Matriks

Organisasi proyek matriks merupakan suatu organisasi proyek yang melekat pada divisi fungsional suatu organisasi induk. Pada dasarnya organisasi ini merupakan penggabungan kelebihan yang terdapat dalam organisasi fungsional dan organisasi proyek khusus.

Kelebihan :

  • Manajer proyek bertanggung jawab penuh kepada proyek.
  • Permasalahan yang terjadi dapat segera ditindaklanjuti.
  • lebih efisien karena menggunakan sumber daya maupun tenaga ahli yang dimiliki pada beberapa proyek sekaligus serta para personel dapat kembali ke organisasi induk semula apabila proyek telah selesai.

Kekurangan:

  • Manajer proyek tidak dapat mengambil keputusan mengenai pelaksanaan pekerjaan dan kebutuhan personel karena keputusan tersebut merupakan wewenang dari pada departemen lain.
  • Terdapat tingkat ketergantungan yang tinggi antara proyek dan organisasi lain pendukung proyek serta terdapat dua jalur pelaporan bagi personel proyek karena personel proyek berada dibahwah komando pimpinan proyek dan departemen fungsional.

4.  Organisasi Proyek Virtual

Organisasi proyek virtual adalah suatu bentuk organisasi proyek yang merupakan aliansi dari beberapa organisasi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu. Struktur kolaborasi ini terdiri dari beberapa organisasi lain yang saling bekerjasama dan berada disekelilin perusahaan inti.

Kelebihan :

  • Terjadi pengurangan biaya yang signifikan,
  • Cepat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi serta adanya peningkatan terhadap fleksibilitas usaha.

Kekurangan:

  • Proses koordinasi keprofesionalan dari berbagai organisasi yang berbeda dapat menjadi hambatan,
  • Terdapat potensi terjadinya kehilangan kontrol pada proyek serta terdapat potensi terjadinya konflik interpersonal.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek

Metode Pelaksanaan Galian Tanah

Perlu di perhatikan Tahapan metode pelaksanaan pekerjaan diseduaikan dengan disain gambar  dari konsultan perencana serta dokumen lelang pekerjaan .

UKURAN TINGGI DAN UKURAN POKOK

  • Semua ukuran yang tercantum dalam rencana ini dinyatakan dalam mm, cm, dan m.
  • Permukaan atas lantai (peil ± 0.00) adalah sesuai dengan gambar kerja

PEKERJAAN BOUWPLANK

Bahan yang dipakai untuk pekerjaan ini adalah :

  • Kayu Meranti/Kruing ukuran 5/7 dan 2/20
  • Cat/piloxwarna merah
  • Papan bangunan ukur 2/20, diketam rata permukaan atasnya, dipasang rata air setinggi dengan lantai (+ 000) berjarak 1-2 meter kearah keluar as kolom bangunan.
  • Tiang-tiang papan bangunan ukur 5/7, dipasang kokoh pada jarak 2 meter. Semua titik as kolom pada papan bangunan harus diberi tanda dengan cat dan paku

Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah :

  • Galian tanah pondasi strouss dia. 30 cm
  • Urugan kembali tanah bekas galian
  • Urugan pasir bawah pondasi, tbl 5 cm
  • Urugan pasir bawah lantai , tbl 10 cm
  • Urugan pasir bawah saluran, tbl 5 cm
Galian Tanah
  • Galian tanah untuk pondasi harus sesuai dengan ukuran dalam gambar pelaksanaan atau sampai tanah keras. Apabila diperlukan untuk mencapai daya dukung yang baik,dasar galian harus dipadatkan/ditumbuk.
  • Jika galian melampaui batas kedalaman,KONTRAKTOR harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum,Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus diangkut langsung ke tempat yang sudah direncanakan dan disetujui oleh Direksi.
Urugan pasir
Pasir yang digunakan untuk pengurugan harus dilakukan test tanah dan atas persetujuan Direksi. Dipilih pasir yang baik secara teknis,bebas dari akar, bahan-bahan organis, barang bekas/sampah dan terlebih dahulu mendapat persetujuan Direksi dengan ukuran ketebalan
10 cm di bawah lantai
Urugan Tanah
  • Tanah yang digunakan untuk pengurugan harus dari tanah yang baik dan memenuhi syarat teknis, bebas dari akar, bahan-bahan organis, barang bekas/sampah dan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Direksi lapangan. Jika diijinkan dapat digunakan tanah bekasgalian.
  • Pengurugan dilakukan lapis demi lapis tiap 20 cm dengan ketebalan + 40 cm dalam keadaan padat, kemudian dibasahi dan dipadatkan. Direksi dapat memerintahkan pengurugan melebihi ukuran, diperhitungkan penyusutan tanah akibat konsolidasi.
Metode Pelaksanaan

Galian tanah pondasi strouss

Galian tanah untuk pondasi harus sesuai dengan ukuran dalam gambar pelaksanaan atau sampai tanah keras. Apabila diperlukan untuk mencapai daya dukung yang baik,dasar galian harus dipadatkan/ditumbuk.

  •  Jika galian melampaui batas kedalaman, harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum.
  •  Bersihkan lokasi galian pondasi beton strauss
  •  Laksanakan marking (sebelum dan sesudah pengecoran pondasi strauss)
  •  Laksanakan fabrikasi besi pondasi strauss sesuai dan sequence pengecoran
  •  Laksanakan fabrikasi bekisting pondasi strauss sesuai siklus
  •  Laksanakan penyetelan besi pondasi dan beton decking sesuai sequence pengecoran
  •  Laksanakan pemasangan/instalasi MEP dan embeded (bila ada)
  •  Laksanakan pemasangan dan penyetelan bekisting pondasi strauss sesuai siklus pengecoran
  •  Cek batas cor & verticallity pondasi strauss
  •  Laksanakan dan awasi pengecoran beton pondasi
  •  Laksanakan bongkar bekisting pondasi ( Perhatikan umur beton ) cara pembongkaran diusahakan tidak merusak bekisting    yang akan dipakai kembali

Sekian dulu tulisan mengenai Metode Pelaksanaan Galian Tanah .